PERMASALAHAN PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI ( Capsicum frutescens L. )
SELADA. Agroteker For Live
Informasi Yang Selalu Ada Untuk Membangun Pertanian Yang Lebih Maju
PERMASALAHAN PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI
( Capsicum frutescens L. )
Assallamualaikum Wr.Wb
Selamat datang di situs kami yang bertajuk Panduan Budidaya Tanaman Cabai rawit ( Capsicum frutescens L. )
Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaannya mengunjungi situs kami ini. Insya Allah, disitus ini anda dapat menemukan banyak inovasi serta motivasi yang terkait dengan dunia pertanian.
Cabai rawit ( Capsicum frutescens L. )
Tanaman cabai rawit ( Capsicum frutescens L. ) merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum spp. Cabai rawit berasal dari benua Amerika tepatnya daerah peru dan menyebar ke negara-negara Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara Indonesia. Tanaman cabai rawit banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni cabai besar, cabai keriting, cabai rawit dan paprika. Secara umum cabai rawit memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin.
Cabai rawit masuk dalam suku terong-terongan ( Solanaceae ) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam didaratan rendah ataupun didaratan tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung atsiri kapsaisin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan bila digunakan untuk bumbu dapur.
Menurut Rukmana ( 2002 ), tanaman cabai rawit dalam botani tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliopyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum frutescens L.
Sebagai komoditas sayur yang paling populer, banyak petani yang membudidayakan tanaman cabai. Namun tidak banyak yang berhasil karena gagal panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit.
Hama penyakit utama diartikan hama/penyakit yang selalu atau sering menyerang baik pada fase vegetatif maupun generatif, sejak dari persemaian hingga menjelang panen serta menimbulkan kerugian secara ekonomis. Melihat dampak serangannya yang merugikan maka wajib bagi kita untuk memahami karakteristik hama penyakit utama pada tanaman cabai.
Berikut adalah hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)
A. Hama Utama Pada Tanaman Cabai
1. Hama Thrips (Trips)
Ciri-ciri dari tanaman cabe yang terserang trips (Thrips parvipinus) pada daunnya akan terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama ini juga berperan sebagai pembawa virus dan mudah sekali menyebar.
2. Hama Ulat
Hama ulat yang sering menyerang tanaman cabai terdiri dari ulat grayak (Spodoptera litura), Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua. Untuk jenis ulat grayak ini memakan daun tanaman cabai sedangkan Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua menyerang buah cabai baik masih hijau atau sudah merah. Pola serangan secara umum serangan ulat ini terjadi pada malam hari atau pada saat sinar matahari teduh, misalnya menjelang sore hari. Menurut informasi, ternyata si ulat tidak nyaman menyantap daun atau cabe di bawah terik matahar. Sedangkan pada waktu siang hari yang terik , mereka bersembunyi di bawah ketiak daun, pangkal tanaman atau dibalik mulsa, sehingga mereka nyaman dan aman dari sengatan sinar matahari dan selamat dari penyemprotan bila dilakukan penyemprotan.
3. Hama Kutu Daun
Kutu daun yang sering menyerang cabai adalah jenis Aphids sp. dan Myzus persicae, mereka akan menghisap cairan dalam daun sampai habis. Akibatnya daun mengering dan keriting Pola Serangan, Selain menghisap cairan dalam daun, hama ini sering membawa penyakit lain. Kutu daun mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan yang mengundang datangnya semut dan jamur hingga menimbulkan lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun.
4. Hama Lalat Buah
Serangan hama ini dapat menyebabkan buah menjadi rontok dan dapat menyebabkan kita gagal panen. Hama Lalat buah (Bactrocera dorsalis, B. cucurbitae, B. carambolae) ini dapat bersumber dari buah yang terinfeksi, adanya kepompong di dalam tanah, dari tanaman inang seperti mentimun, belimbing, maupun berasal dari tanaman cabe berdekatan yang sudah terserang. Penyebaran dan penularan sangat mudah terjadi karena lalat merupakan salah satu jenis insect (serangga) yang aktif terbang apalagi pada saat terjadinya peralihan musim. Serangan biasanya terjadi setelah agak siang, yaitu setelah tanaman kering dari embun pagi.
5. Hama Tungau
Serangan tungau kuning (Polyphagustarsonemus), atau tungau merah (Tetranycus sp.) akan menyebabkan daun keriting melinting ke bawah seperti bentuk sendok terbalik. Daun akan kaku dan tebal, pertumbuhan pucuk menjadi terhambat, daun perlahan akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya mati. Serangan banyak terjadi pada musim kering, di area teduh. Populasi akan meningkat jika kita terlalu banyak menggunakan pestisida atau pupuk daun kimia buatan yang banyak mengandung belerang (sulfur). Penyebaran dapat terjadi melalui tangan para pekerja atau terbawa angin.
B. Penyakit – Penyakit Yang Menyerang Tanaman Cabai.
1. Penyakit Antraknosa
Umumnya, penyakit antraknosa atau busuk buah disebabkan oleh candawan Colletotrichum capsici sydow dan colletotrichum gloeosporiodes pens. Penyakit ini bisa menyerang biji, batang, daun, dan buah cabai. Serangan ini ditandai dengan gejala – gejala sebagai berikut.
a. Biji gagal berkecambah.
b. Batang kecambah rapuh, sehingga mudah rebah.
c. Pucuk mati dan infeksinya menjalar kebagian bawah. Pada tahap awal,
batang dan daun berwarna cokelat, lalu batang miring dan berwarna cokelat
gelap kekeringan. Di bagian yang terserang terllihat kulit batang membentuk
tonjolan kecil.
d. Bercak di oermukaan kulit buah melesak ke dalam daging buah dan membentuk
lingkaran seperti terkena sengatan terik matahari. Selain itu, terlihat busuk basah
seperti lem yang berwarna kehitaman di sertai munculnya tonjolan berupa
rambut hitam.
e. Serangan terjadi menjelang buah masak. Saat panen, buah cabai terlihat baik,
tetapii beberapa hari kemudian cendrung terjadi pembusukan secara drastis.
2. Bercak Daun
Penyakit ini di sebabkan oleh Cercospora capsici Heald et Wolf ini menyerang tangkai daun, daun, bunga, dan betang. Serangan di tangkai buah membuat pertumbuhann dan perkembangan buah terlambat. Daun dan bunga yang diserang rontok. Pada tahap lebih lanjut, calon buah berguguran. Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak bulat dengan garis sirkuler. Bagian tengah bercak berwarna abu – abu tua dan cokelat tua. Bercak yang berbintik seperti mata kodok ini membesar dan bagian tengahnya mengering, sehingga daun menjadi bolong. Daun yang terserang berubah warna menjadi cokelat kehitaman, lalu rontok.
3. Busuk Fitopthora
Penyakit ini disebabkan oleh Phytophora capsici Leoman ini dapat menyerang seluruh bagian tanaman. Pada tanaman tua, gejala serangan diawali dengan infeksi dileher batang. Batang yang terserang busuk basah berwwarna hijau, lalu mengering dan berwarna cokelat. Serangan penyakit ini mengakibatkan terjadinya pergerasan di jaringan batang dan tanaman manjadi layu.
4. Bercak Bakteri
Bercak bakteri di sebabkan oleh Xanthomonas campestris pv. Penyakit ini menyerang daun, ranting, dan buah tanaman. Daun yang terserang awalnya terlihat memiliki bercak sirkule berukuran kecil. Selanjutnya, timbul bisul berwarna hijau pucat yang ditengahnya menekuk ke dalam. Pada daun – daun tua terlihat bercak hijau tua dengan jaringan yang membusuk, berwarna cokelat, dan selanjutnya jaringan tersebut mati. Bercak – bercak ini melebar, sedangkan bagian diantara bercak yang tidak terserang menjadi kuning, lalu daun pun rontok. Serangan bisa terjadi secara serentak curah hujan dan kelambapan tinggi.
Terima kasih atas kunjungannya dan jangan lupa berkunjung kembali ;)
Komentar
Posting Komentar